Umat Islam adalah umat terbaik. Satu-satunya umat yang memiliki khazanah ilmu dan tsaqafah yang luar biasa. Karena umat ini yang mempunyai dua sumber outentik, al-Qur’an dan as-Sunnah

Meski al-Qur’an dan as-Sunnah sudah dijaga sedemikian rupa, sehingga orisinalitasnya bisa dipertahankan, tetapi penafsiran dan syarah terhadap keduanya tetap terbuka terhadap masuknya pemikiran dan pemahaman dari sumber luar

Inilah yang terjadi pada kitab Tafsir, sehingga banyak sekali Israiliyat, riwayat dari Ahli Kitab, yang kebanyakan orang Yahudi, dan Maudhu’at, riwayat palsu yang dinisbatkan kepada Nabi. Ini bisa kita temukan di hampir semua kitab Tafsir yang ditulis oleh para ulama dahulu

Karena itu, al-Allamah al-Qadhi Syaikh Muhammad Taqiyuddin an-Nabhani, dalam kitabnya menolak sumber ini sebagai sumber Tafsir. Beliau juga menyatakan, bahwa hadits-hadits yang digunakan dalam kitab-kitab Tafsir tidak serta merta bisa dianggap hasan, apalagi shahih. Beda dengan kitab-kitab Fiqih Muktabar

Ini fakta ilmiah dari hasil penelitian. Maka, buku al-Isra’iliyyat wa al-Maudhu’at, yang ditulis oleh Dr Muhammad bin Muhammad Abu Syahbah ini luar biasa. Buku yang ditulis atas permintaan Majma’ Buhuts al-Azhar, di era Syaikh Abdul Halim Mahmud ini benar-benar membuka mata kita tentang banyaknya Israiliyat di hampir semua kitab Tafsir, termasuk ad-Durr al-Mantsur, yang ditulis oleh al-Hafifz al-Imam as-Suyuthi

Meski tidak terlalu tebal, mengingat waktu dan dibutuhkan riset yang panjang, tetapi isinya cukup memberikan gambaran peta sebaran Israiliyyat ini dalam kitab-kitab Tafsir

Riset berikutnya dilakukan oleh para ulama selama 10 tahun, sehingga menghasilkan karya raksasa, Mausu’ah at-Tafsir al-Ma’tsur, yang menghimpun riwayat tentang penafsiran ayat per ayat, dari Q.s. al-Fatihah hingga an-Nas

Kitab terakhir ini sangat penting, karena semua riwayat tentang Tafsir al-Qur’an diteliti, mulai dari aspek rujukan, pendapat hingga sanadnya. Setidaknya rujukannya jelas

Ilmu atau tsaqafah Islam ini sangat penting, terlebih di era seperti saat ini, dimana antara yang haq dan batil sudah campur aduk, untuk detoxifikasi.

Leave a Comment