MAQAMMU ADA PADA BAGAIMANA ANDA MENEMPATKAN DIRIMU
Ketika kita melakukan amal karena Allah, maka amal itu kadang dinilai baik atau buruk oleh manusia. Tapi, ketika semua itu dilakukan dengan ikhlas dan benar di mata Allah, kita harus istiqamah, meski orang menilai sebaliknya
Sebaliknya, melakukan amal karena manusia, yang serba terbatas ilmunya tentang amal orang lain, pasti tidak akan pernah membuatnya puas. Celakanya, kita sering mencari ridha manusia, dan melupakan ridha Allah
Karena itu, kata Imam ar-Rafii
مقامك حيثُ أقمتَ نفسك لا حيث أقامك الناس فالناس لا تعدل ولا تزن
Maqammu ada pada bagaimana kamu memposisikan dirimu, bukan bagaimana orang lain mempoposikan dirimu. Karena manusia tidak bisa adil. Tidak pula bisa menimbang (dengan presisi)
Itulah manusia. Maka, terus berbuat dan menanam karena Allah, karena di situlah letak maqammu, buka di mata manusia
Ya Rabb,
Jadikanlah amalku semata karena-Mu, dan jangan jadikan ia untuk siapapun, selain diri-Mu

